Kamis, 19 November 2015

KONSTIPASI (SEMBELIT)




Pengertian Sembelit
    Sembelit adalah suatu kondisi dimana buang air besar lebih jarang dari biasanya karena feses atau tinja yang kering keras sehingga susah dikeluarkan dan menimbulkan rasa sakit saat buang air besar. Dalam bahasa kedokteran sembelit ini dikenal dengan istilah konstipasi. Pada orang dewasa, disebut konstipasi jika tidak buang air besar (defekasi) selama tiga hari berturut-turut atau kurang dari tiga kali dalam seminggu. Sedangkan sembelit pada anak, apabila tidak buang air besar selama 5 hari atau lebih.
Sembelit lebih sering terjadi pada wanita dibanding laki-laki, terutama sembelit pada wanita hamil sering kali dijumpai. Usia juga mempengaruhi, usia lanjut (terutama wanita) lebih mungkin terkena sembelit.

Penyebab Sembelit
    Konstipasi atau sembelit bisa terjadi karena pergerakan tinja atau feses pada usus yang berlangsung lambat sehingga menyebabkan konsistensinya menjadi keras dan kering. Sembelit seringkali disebabkan oleh kurangnya olah raga atau gerak badan, kurang minum atau karena diet (asupan makanan) yang kurang serat. Makanan yang tinggi serat itu antara lain: sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan sebagainya.
Penyebab sembelit lainnya yang berupa penyakit atau kelainan antara lain:
Penyumbatan pada usus besar atau rektum
  • Kanker usus besar
  • Kanker rektum
  • Fisura ani
  • Obstruksi usus
  • Penyempitan usus besar (striktura)
  • Kanker perut lainnya yang menekan pada usus besar
  • Rektokel
Masalah pada saraf di sekitar usus besar dan rektum
  • Cedera tulang belakang
  • Neuropati otonom
  • Multiple sclerosis
  • Penyakit Parkinson
Penyakit yang mempengaruhi hormon dalam tubuh
  • Diabetes atau kencing manis
  • Kelenjar paratiroid yang terlalu aktif (hiperparatiroidisme)
  • Kehamilan
  • Tiroid kurang aktif (hypothyroidism)
Gejala Sembelit
    Selain kesulitan buang air besar, penderita sembelit terutama pada dewasa umunya mengalami gejala-gejala lainnya yaitu: perut kembung, sebah, sakit perut, merasa ada sesuatu yang menyumbat, bab berdarah, atau merasa sakit saat buang air besar. Sedangkan Sembelit pada bayi ditandai dengan bayi menangis saat buang air besar, menarik kaki ke arah perut, atau sampai-sampai melengkungkan punggung ketika mau buang air besar.
Segera mengatasi sembelit sangatlah penting, karena konstipasi yang berlangsung lama dan parah akan menimbulkan komplikasi, diantaranya:
  • Wasir. Sembelit yang berlangsung lama dan sering akan mempermudah terjadinya pelebaran pembuluh darah vena di sekitar anus alias wasir atau ambeien.
  • Anal Fissure atau robeknya anus. Feses yang keras dan besar berpotensi melukai anus hingga robek dan berdarah.
  • Fecal Impaction. Sembelit kronis penyebabkan pengumpulan feses yang keras terjebak pada usus besar sehingga tidak bisa dikeluarkan melalui proses defekasi biasa.
  • Rektum Prolaps. Rektum atau bagian yang lebih dalam dari anus dapat menonjol keluar karena feses keras pada sembelit.
Cara Mengatasi Sembelit
    Sesuai dengan penyebabnya ada banyak cara mengatasi sembelit mulai dari perubahan gaya hidup hingga obat-obatan pencahar atau pencuci perut.
Perubahan Gaya Hidup
Selain dapat mengatasi sembelit, perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat ini, juga akan mencegah sembelit datang kembali, inilah yang dapat anda lakukan:
  • Tingkatkan asupan serat. Serat yang cukup pada makanan akan membuat feses menjadi lebih lunak dan licin sehingga mudah melewati usus. Jadi makanlah buah dan sayuran segar setiap hari terutama buah pepaya, namun jangan langsung banyak atau berebihan ya, karena akan membuat kembung. Jadi mulailah secara bertahap hingga dirasa nyaman.
  • Olah raga setiap hari. Aktifitas fisik akan meningkatkan kekuatan otot usus serta pergerakannya. Hal ini sangat berperan melancarkan sistem pencernaan dan membantu mengatasi sembelit.
  • Jangan menahan Buang Air Besar. Ketika sudah kebelet BAB sebaiknya dituruti saja. Karena menunda-nunda buang hajat akan membuat feses tertahan dan akan membuatnya semakin keras akhirnya susah dikeluarkan.
Obat Sembelit
Beberapa obat yang dapat digunakan untuk mengatasi sembelit antara lain:
  • Agen pembentuk serat. Merupakan Suplemen penambah serat pada feses contohnya metilselulosa, psyllium, kalsium polycarbophil dan guar gum.
  • Agen hiperosmolar (osmotik). Membantu agar cairan pada rongga usus tercukupi contohnya susu magnesium, magnesium sitrat, laktulosa, polietilen glikol.
  • Emolien. Berfungsi melunakkan tinja, tetapi kurang efektif dibandingkan obat lain. Contoh emolien docusate atau minyak mineral.
  • Stimulan. Berfungsi meningkatkan gerakan usus atau dikenal juga dengan istilah obat pencehar. misalnya senna, bisacodyl (contohnya dulcolax), dan minyak jarak. Obat sembelit ini tidak cocok untuk penggunaan jangka panjang.
  • Agen prokinetik. Obat sembelit ini akan meningkatkan kekuatan pergerakan usus, contohnya misoprostol, colchicine, dan tegaserod.
    Obat-obat sembelit di atas dapat digunakan pada anak, tetapi dosis harus disesuaikan. Enema dan laksatif stimulan tidak boleh digunakan untuk mengatasi sembelit pada bayi. Walaupun biasanya dapat ditoleransi dengan baik, obat pencahar tetap berpotensi menimbulkan perut kembung, mual, anoreksia, kram, dan malabsorpsi.
   Terkhusus untuk sembelit pada bayi, sangat dianjurkan untuk membawanya berobat ke dokter karena harus mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat,

Cara Pengobatan Secara Tradisional
  
Jika sudah terlanjur mengalami konstipasi, beberapa resep tradisional ini bisa membantu Anda mengobati sembelit.
1. Wortel
Ubi yang dikenal sebagai makanan untuk kesehatan mata ini, ternyata juga mampu mengobati sembelit. Caranya ambil dua batang wortel, kemudian diparut dan tambahkan 2 sendok makan air dan peras. Tambahkan sedikit garam, aduk hingga rata dan minum air perasan wortel tersebut 2 kali sehari.
2. Daun Pandan Wangi
Daun pandan yang biasa digunakan sebagai pewangi masakan, bisa juga dijadikan obat alternatif untuk mengatasi konstipasi. Caranya, daun pandan ditumbuk hingga halus, kemudian tambahkan setengah gelas air. Peras dan ambil airnya, kemudian tambahkan sedikit garam dan gula aren. Minum ramuan ini setelah makan malam.

DIARE


diare - Alodokter

Pengertian Diare
    Diare ditandai dengan encernya tinja yang dikeluarkan atau buang air besar (BAB) dengan frekuensi yang lebih sering dibandingkan dengan biasanya. Pada umumnya, diare terjadi akibat konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Penderita diare di Indonesia
Diare merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar di dalam masyarakat Indonesia. Pada tahun 2003, diare akibat kontaminasi bakteri merenggut sekitar 100.000 nyawa dan menjadi salah satu alasan utama perawatan inap di rumah sakit Indonesia.
    Proporsi kematian akibat diare di Indonesia adalah sekitar 3,5%. Ini membuat diare menduduki peringkat ke 13 dalam penyebab kematian semua umur. Tetapi untuk bayi berumur antara 29 hari hingga 11 bulan, diare merupakan penyebab kematian pertama dengan persentase sebesar 31,4%. Sedangkan untuk balita berumur 1-4 tahun, 25% meninggal akibat diare yang berujung kepada dehidrasi.
    Diare bisa berdampak fatal apabila penderita mengalami dehidrasi akibat kehilangan banyak cairan dari tubuh. Maka dari itu, walaupun umum, diare tidak seharusnya dianggap enteng.

Gejala diare pada orang dewasa dan anak-anak  
    Gejala diare tergantung kepada penyebab dan siapa yang mengalaminya, yakni orang dewasa atau anak-anak. Penderita diare ada yang hanya mengalami sakit perut singkat dengan tinja yang sedikit encer atau ada juga yang mengalami kram perut dengan tinja yang sangat encer. Pada kasus diare parah, kemungkinan penderitanya juga akan mengalami demam dan kram perut hebat.
Faktor penyebab diare secara umum  
     Penyebab diare pada orang dewasa dan anak-anak umumnya adalah infeksi usus. Infeksi usus sendiri terjadi karena mengonsumsi makanan atau minuman yang kotor dan terkontaminasi. Mikroorganisme yang sering menyebabkan infeksi usus adalah bakteri, parasit, dan virus seperti norovirus dan rotavirus. Berikut ini adalah penyebab diare secara umum :
  • Infeksi virus. Rotavirus Adalah penyebab diare pada anak (akut) yang paling sering.
  • Infeksi bakteri dan parasit. Masuk melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi.
  • Intoleransi makanan. Paling sering adalah intoleransi laktosa (gula pada susu) pada sebagian orang, sehingga diare terjadi setelah makan/minum produk susu.
  • Alergi makanan
  • Reaksi negatif terhadap obat-obatan. Banyak obat-obatan yang dapat menyebabkan diare. Yang paling sering adalah antibiotik. Antibiotik membunuh bakteri baik dan jahat, yang dapat mengganggu keseimbangan flora normal (bakteri baik) dalam usus.
  • Penyakit usus. Biasanya menimbulkan Diare kronis, dengan banyak penyebab, seperti penyakit Crohn, ulcerative colitis, penyakit celiac, kolitis mikroskopik dan sindrom iritasi usus besar (irritable bowel syndrome).
  • Gangguan usus fungsional (stress)
  • operasi kandung empedu atau lambung 
Diare juga bisa timbul akibat faktor-faktor berikut ini:
  • Efek samping obat-obatan tertentu
  • Gelisah
  • Konsumsi alkohol dan kopi yang berlebihan
Frekuensi Normal Buang Air Besar Bayi:
  • Bayi usia 0 – 6 bulan (ASI): Sehari 1-7 kali atau bahkan hanya 1-2 hari sekali.
  • Bayi usia 0 – 6 bulan (non-ASI): Sehari 3-4 kali atau sampai hanya 1-2 hari sekali.
  • Usia di atas 6 bulan : Biasanya 3-4 kali sehari atau 2 hari sekali. Jika sudah menginjak usia 4 tahun sama seperti dewasa.
     Jika frekuensi BAB bayi Anda masih dalam rentang diatas berarti normal, dengan catatan tidak disertai penurunan berat badan atau gejala lain.
     Oleh karena itu, Pengertian atau Definisi Diare adalah buang air besar dengan tinja encer atau berair dengan frekuensi lebih sering dari biasanya (normalnya). Sehingga orang yang mengalami diare akan lebih sering ke toilet untuk buang air besar dengan volume feses yang lebih banyak dari biasanya. Diare dikenal juga dengan istilah mencet.
    Penyakit Diare biasanya berlangsung beberapa hari dan sering sembuh atau hilang tanpa pengobatan. Akan tetapi adapula penyakit diare yang berlangsung selama berminggu-minggu atau lebih. Atas dasar itulah penyakit diare digolongkan menjadi diare akut dan kronis.

    Diare Akut adalah diare yang berlangsung kurang dari dua minggu. Sedangkan Diare Kronis adalah diare yang berlangsung lebih dari 2 minggu.
 
Gejala Diare
    Secara lebih lengkap, tanda dan gejala yang biasanya menyertai penyakit diare antara lain:
  • Buang air besar encer dan sering
  • Kram perut
  • Nyeri perut
  • Demam
  • Darah dalam tinja
  • Kembung
Diare pada anak dan bayi
    Pada bayi dan anak-anak, diare dapat dengan cepat menyebabkan dehidrasi. Hubungi dokter jika diare pada bayi atau anak Anda tidak kunjung membaik dalam waktu 24 jam atau jika :
  • Popok tidak basah karena kencing dalam tiga jam atau lebih
  • Diare pada anak disertai demam di atas 38,5 C
  • Diare dengan tinja berdarah warna merah atau hitam
  • mulutnya kering atau menangis tanpa air mata
  • Terlihat sering mengantuk, tidak responsif atau mudah marah (rewel)
  • Terlihat cekung pada perut, mata atau pipi.
  • Jika kulit dicubit tidak kunjung kembali (turgor menurun).

TUKAK LAMBUNG



Pengertian Tukak Lambung
  Tukak lambung adalah luka yang muncul pada dinding lambung akibat terkikisnya lapisan dinding lambung. Luka ini juga berpotensi muncul pada dinding bagian pertama usus kecil (duodenum) serta kerongkongan (esofagus).
Penyakit ini dapat menyerang semua orang pada segala umur. Meski begitu, lansia di atas 60 tahun memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya.

Gejala-gejala Tukak Lambung
    Gejala utama yang akan Anda rasakan jika mengalami tukak lambung adalah nyeri atau perih pada perut. Rasa sakit tersebut muncul karena terjadinya iritasi akibat asam lambung yang membasahi luka. Gejala ini biasanya berupa rasa nyeri yang:
  • Menyebar ke leher, pusar, hingga punggung.
  • Muncul pada malam hari.
  • Terasa makin parah saat perut kosong.
  • Umumnya berkurang untuk sementara jika Anda makan atau mengonsumsi obat penurun asam lambung.
  • Hilang lalu kambuh beberapa hari atau minggu kemudian.
    Di samping nyeri pada perut, ada beberapa gejala lain yang mungkin Anda alami, di antaranya nyeri ulu hati, tidak nafsu makan, mual, serta gangguan pencernaan.
     Jika Anda merasakan gejala-gejala tersebut, periksakan diri Anda ke dokter. Meski demikian, tukak lambung terkadang tidak menyebabkan gejala apa pun sampai akhirnya terjadi komplikasi.
    Oleh sebab itu, Anda sebaiknya waspada dan segera ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan darurat jika mengalami muntah darah, tinja dengan darah atau berwarna hitam, serta sakit perut menusuk yang muncul tiba-tiba dan terus bertambah parah. Gejala-gejala tersebut mengindikasikan terjadinya pendarahan pada lambung.
Penyebab Tukak Lambung
   Dinding lambung biasanya dilapisi selaput yang melindunginya dari asam lambung. Peningkatan kadar asam lambung atau penipisan selaput pelindung lambung berpotensi memicu munculnya tukak lambung.
     Penyebab umum yang dapat menurunkan perlindungan dinding lambung terhadap asam lambung meliputi infeksi bakteri Helicobacter pylori dan penggunaan obat anti inflamasi non-steroid. Ibuprofen, aspirin, atau diclofenac adalah beberapa contoh obat anti inflamasi non-steroid yang sering digunakan.
     Infeksi akibat bakteri H. pylori termasuk kondisi yang umum dan sering kali tidak disadari penderitanya. Sementara konsumsi obat anti inflamasi non-steroid yang sering atau berkepanjangan akan meningkatkan risiko tukak lambung, terutama bagi lansia.
     Di samping bakteri dan obat, merokok dan konsumsi minuman keras juga dapat meningkatkan risiko tukak lambung. Rokok akan meningkatkan risiko tukak lambung pada orang yang sudah terinfeksi H. pylori.  Kandungan alkohol dalam minuman keras juga dapat menipiskan selaput pelindung dinding lambung, sekaligus meningkatkan kadar asam lambung.
     Banyak yang menganggap makanan pedas atau kondisi stres sebagai penyebab tukak lambung. Anggapan ini tidak benar. Makanan dan stres tidak menyebabkan tukak lambung, tapi dapat memperparah gejalanya.

Diagnosis Tukak Lambung
     Pada tahap awal diagnosis, dokter akan menanyakan gejala-gejala yang dialami. Jika diduga mengidap tukak lambung, Anda akan dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan yang lebih mendetail. Pemeriksaan lanjutan tersebut meliputi endoskopi dan tes untuk memastikan ada atau tidak adanya bakteri H. pylori.
     Jika dokter menduga tukak lambung muncul akibat bakteri dan pasien tidak pernah mengonsumsi obat anti inflamasi non-steroid, pemeriksaan bakteri kemungkinan akan dilakukan melalui tes darah, tes sampel tinja, atau tes pernapasan.
    Endoskopi dilakukan dengan memasukkan kamera ke dalam lambung. Proses ini akan membantu dokter memeriksa dan memastikan keberadaaan luka pada dinding lambung secara langsung.
    Pengambilan sampel jaringan juga mungkin sekaligus dilakukan dalam endoskopi. Sampel tersebut kemudian akan diuji guna mendeteksi keberadaan H. pylori.

Pengobatan Tukak Lambung
    Langkah pengobatan untuk tiap pasien tentu tidak sama. Dokter menentukannya berdasarkan pada penyebab tukak lambung yang dialami pasien. Beberapa jenis obat yang umumnya akan digunakan untuk menangani tukak lambung meliputi:
  • Antibiotik. Tukak lambung yang disebabkan oleh bakteri H. pylori akan ditangani dengan kombinasi dari beberapa antibiotik. Amoxicillin, metronidazole dan clarithromycin adalah contoh antibiotik yang biasanya diresepkan oleh dokter.
  • Penghambat pompa proton. Jika Anda mengidap tukak lambung yang disebabkan oleh obat anti inflamasi non-steroid, dokter akan menyarankan penggunaan penghambat pompa proton. Obat ini akan mengurangi kadar asam lambung dengan menghalangi kinerja sel-sel yang memproduksi asam lambung. Lansoprazole adalah jenis penghambat pompa proton yang sering digunakan.
  • Obat penghambat reseptor H2. Fungsi obat ini sama dengan penghambat pompa proton, yaitu menurunkan kadar asam lambung.
  • Antasida dan alginat. Antasida akan menetralisasi asam lambung untuk waktu singkat, sedangkan alginat akan melindungi dinding lambung. Karena itu, kedua obat ini diberikan untuk mengurangi rasa nyeri secara cepat sebelum obat-obatan lainnya mulai bekerja. Tetapi jika Anda menggunakan penghambat pompa proton atau ranitidin, Anda sebaiknya menunggu 1-2 jam sebelum mengonsumsi antasida dan alginat. Buah pisang juga dapat dikonsumsi sebagai alternatif jika Anda enggan menggunakan kedua obat ini.
     Menangani penyebab tukak lambung dengan seksama akan menyembuhkan luka yang muncul sekaligus mencegah kekambuhannya. Untuk membantu proses penyembuhan serta menghindari gejala tukak lambung yang makin parah, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan. Langkah-langkah sederhana tersebut meliputi:
  • Membatasi konsumsi minuman keras. Kandungan alkoholnya dapat menyebabkan iritasi pada bagian lambung yang mengalami peradangan.
  • Berhenti merokok. Rokok dapat menghambat penyembuhan sekaligus meningkatkan risiko tukak lambung.
  • Mengurangi konsumsi teh dan kopi karena keduanya dapat meningkatkan kadar asam lambung.
  • Mengonsumsi produk berbahan dasar susu, seperti keju. Para pakar menduga bahwa susu dapat melindungi lambung dan menetralisasi dampak asam lambung.
  • Menghindari konsumsi makanan pedas atau berlemak.
  • Makan dengan porsi kecil, tapi lebih sering. Langkah ini berguna untuk menurunkan penumpukan asam lambung.
  • Miliki berat badan yang sehat dan ideal.
    Bagi pasien tukak lambung yang disebabkan oleh obat anti inflamasi non-steroid, sebaiknya menghindari atau mewaspadai penggunaan obat ini di kemudian hari. Jika kondisi kesehatan Anda menuntut Anda untuk tetap menggunakannya, diskusikanlah metode penerapan terbaik dengan dokter agar terhindari dari risiko tukak lambung.
Komplikasi Tukak Lambung
    Komplikasi akibat tukak lambung memang jarang dialami pasien, tapi tetap dapat muncul terutama jika tidak ditangani secara tepat. Beberapa komplikasi tukak lambung yang berpotensi serius, meliputi:
  • Pendarahan dalam perut. Ini adalah komplikasi tukak lambung yang paling umum terjadi. Volume pendarahan bisa ringan atau parah hingga membutuhkan transfusi darah.
  • Peritonitis. Meski jarang terjadi, tukak lambung berpotensi melubangi dinding lambung atau usus dan menyebabkan infeksi serius dalam rongga perut. Komplikasi ini membutuhkan penanganan darurat di rumah sakit karena dapat berakibat fatal jika dibiarkan.
  • Terhalangnya pergerakan makanan dalam sistem pencernaan. Tukak lambung terkadang bisa bengkak atau membentuk jaringan parut yang dapat menyumbat saluran pencernaan sehingga makanan tidak bisa lewat. Komplikasi akan memicu gejala cepat kenyang, muntah-muntah, dan penurunan berat badan. Prosedur operasi mungkin dibutuhkan untuk menangani jaringan parut yang terbentuk.
    Usia pasien serta penggunaan obat antiinflamasi non-steroid akan memengaruhi risiko seseorang untuk mengalami komplikasi tukak lambung. Lansia di atas 70 tahun merupakan penderita tukak lambung yang memiliki risiko komplikasi tertinggi.
    Begitu juga dengan tukak lambung akibat konsumsi obat anti inflamasi non-steroid. Komplikasi pada jenis ini sering tidak menunjukkan gejala sehingga tidak disadari dan tidak bisa diobati. Diperkirakan terdapat sekitar dua persen di antara penderita tukak lambung akibat obat anti inflamasi non-steroid yang mengalami komplikasi.
Pencegahan Tukak Lambung
    Terdapat beberapa langkah sederhana yang dapat kita lakukan agar terhindar dari risiko terkena tukak lambung. Di antaranya adalah:
  • Menjaga kebersihan, misalnya sering mencuci tangan dan memastikan makanan benar-benar matang sebelum mengonsumsinya. Langkah ini berguna untuk menghindari risiko infeksi. Beberapa penelitian membuktikan bahwa bakteri H. pylori berpotensi menyebar melalui makanan dan air minum.
  • Berhati-hati dalam penggunaan obat anti inflamasi non-steroid agar tidak berlebihan.
  • Mengurangi atau berhenti merokok.
  • Menghindari konsumsi minuman beralkohol.