Kamis, 19 November 2015

MALNUTRISI (KEKURANGAN GIZI)



Malnutrisi 

Malnutrisi adalah kondisi medis yang disebabkan oleh diet yang tidak tepat atau tidak cukup. Walaupun sering disamakan dengan kurang gizi karena kurangnya konsumsi, buruknya absorpsi, atau kehilangan nutrisi atau gizi, istilah ini sebenarnya juga mencakup kelebihan gizi (overnutrition) yang disebabkan oleh masuknya makanan secara berlebihan ke dalam tubuh. Seorang akan mengalami malnutrisi jika tidak mengonsumsi jumlah atau kualitas nutrien yang mencukupi untuk diet sehat selama jangka waktu yang lama. Malnutrisi yang berlangsung lama dapat mengakibatkan kelaparan, penyakit, dan infeksi.

Di Indonesia, angka kebutuhan energi untuk:
a. Kelompok umur 0-6 bulan adalah 550 kkal/hari
b. Kelompok umur 7-12 bulan adalah 650 kkal/hari
c. Kelompok umur 1-3 tahun adalah 1000 kkal/hari
d. Kelompok umur 4-6 tahun adalah 1550 kkal/hari.

      Pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) dimulai saat anak berusia 6 bulan dengan tetap memberikan ASI. Pemberian MPASI dinaikkan bertahap dari segi jumlah, frekuensi pemberian, jenis, dan konsistensi makanan yang diberikan. Untuk anak yang mendapatkan ASI, rata-rata makanan tambahan yang harus diberikan yaitu 2-3 kali/hari untuk usia 6-8 bulan, 3-4 kali/hari untuk usia 9-11 bulan, dan 4-5 kali/hari untuk usia 12-24 bulan. Jika densitas dalam makanan rendah atau anak tidak lagi mendapatkan ASI diperlukan frekuensi makan yang lebih sering. Variasi makanan diberikan untuk memenuhi kebutuhan nutrien. Daging, ayam, ikan atau telur, buah, dan sayuran harus diberikan setiap hari atau sesering mungkin. Kegagalan untuk menyediakan asupan makanan sesuai angka kebutuhan secara terus-menerus akan menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan. 
      Padahal saat Balita adalah periode keeemasan (Golden periode) dan jendela kesempatan (Window opportunity) dimana otak sedang berkembang pesat dan memerlukan nutrisi. Bila terjadi malnutrisi maka dipastikan mereka akan jatuh kedalam gizi kurang, gizi buruk, dan pendek(stunting) sehingga menjadi generasi yang tidak berkualitas (lost generation).
      Cara pemberian makanan yang salah dapat disebabkan karena ibu tidak memiliki pengetahuan yang cukup, misalnya mengenai pemberian ASI eksklusif maupun cara pemberian makanan pendamping ASI. Ibu seharusnya mendapatkan informasi yang lengkap dan objektif mengenai cara pemberian makanan yang bebas dari pengaruh komersial. Mereka perlu mengetahui masa pemberian ASI yang dianjurkan; waktu dimulainya pemberian makanan tambahan; jenis makanan apa yang harus diberikan, berapa banyak dan sering makanan diberikan, dan bagaimana cara memberikan makanan dengan aman.

Pada gizi buruk didapatkan dua bentuk klinis yaitu:
 1. Kwashiorkor
      Adalah gangguan gizi karena kekurangan protein, biasa sering disebut busung lapar. Gejala yang timbul adalah edema di seluruh tubuh terutama di punggung kaki, wajah membulat dan sembab, perubahan status mental: rewel kadang apatis, menolak segala jenis makanan (anoreksia), pembesaran jaringan hati, rambut kusam dan mudah dicabut, gangguan kulit yang disebut crazy pavement, dan pandangan mata tampak sayu. Pada umumnya penderita sering rewel dan banyak menangis. Pada stadium lanjut anak tampak apatis atau kesadaran yang menurun.

 2. Marasmus
      Adalah gangguan gizi karena kekurangan karbohidrat. Gejala yang timbul diantaranya adalah tampak sangat kurus (tinggal tulang terbungkus kulit), muka seperti orangtua (berkerut), tidak terlihat lemak dan otot di bawah kulit, perut cekung, kulit keriput, rambut mudah patah dan kemerahan, gangguan pencernaan (sering diare), pembesaran hati, dsb. Anak tampak sering rewel dan banyak menangis meskipun setelah makan, karena masih merasa lapar. Pada stadium lanjut yang lebih berat anak tampak apatis atau kesadaran yang menurun.

Penyakit lain yang menimbulkan Malnutrisi, antara lain:
3. Bulimia dan Anoreksia Nervosa
      Merupakan suatu kelainan emosional/mental yang ditandai dengan pola dan cara makan yang salah. Bulimia ditandai dengan nafsu makan secara berlebihan namun disertai rasa takut akan bobot badannya berlebihan sehingga penderita melakukan induced vomitting (muntah disengaja). Anoreksia nervosa ditandai dengan hilangnya nafsu makan akibat pembatasan konsumsi makan secara tidak wajar karena rasa takut gemuk yang berlebihan.
     Dampak negatif dari bulimia dan anoreksia nervosa adalah dehidrasi berat, kekurangan seluruh vitamin, mineral dan kejadian anemia. Selain itu penderita juga akan mengalami kerusakan dan kegagalan organ tubuh dan fungsinya, misalnya menstruasi tidak teratur atau tidak sama sekali, denyut jantung tidak teratur, gangguan tiroid dan gagal ginjal. Kematian pada penderita anoreksia juga kerap terjadi.

4. Beri-beri
     Beri-beri adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh kekurangan thiamin (vitamin B1). Penyakit ini umumnya dialami dalam masyarakat yang makanan pokoknya adalah beras giling yang sudah tidak lagi mengandung cukup Vitamin B1. Umumnya organ yang mengalami masalah dengan penyakit ini adalah organ pencernaan dan pernafasan.
Beri-beri akan menimbulkan masalah pada kelenjar tiroid yang akan menyebabkan penderita merasa cemas tanpa sebab. Kebutuhan akan vitamin B1 meningkat saat terjadi infeksi, dalam kondisi hamil dan menyusui.
     Masalah lain yang akan timbul pada penderita beri-beri adalah gangguan fungsi saraf yang dapat mengakibatkan kelumpuhan atau kelemahan pada tungkai dan lengan, edema dan gangguan pada hati. Gejala antara lain: diare, kelelahan, nafsu makan dan berat badan turun, kelumpuhan, edema (bengkak karena cairan).

5. Kram / Kesemutan
    Neuropati adalah kerusakan saraf karena penyakit, trauma pada saraf, atau dapat juga karena efek samping dari suatu penyakit sistemik. Gangguan ini dapat mengancam siapa saja. Neuropati juga dapat menyerang seseorang yang mengalami defisiensi vitamin B1, B6, dan B12. Vitamin ini adalah makanan saraf yang sangat dibutuhkan untuk melindungi dan meregenerasi saraf. Vitamin neurotropik berfungsi menormalkan fungsi saraf dengan memperbaiki gangguan metabolisme sel saraf.
     Gejala neuropati meliputi nyeri seperti terbakar di tangan dan kaki, rasa baal, mati rasa, kram, kaku-kaku, kesemutan, kulit hipersensitif, kulit mengkilap tidak wajar, rambut rontok pada area tertentu, kelemahan tubuh dan anggota gerak, serta atrofi otot atau otot mengecil.

6. Pellagra
     Adalah suatu penyakit akibat kekurangan suatu vitamin, biasanya disebabkan oleh kekurangan Niacin (vitamin B3) dalam makanannya dan sudah kronis. Hal tersebut disebabkan oleh menurunnya asupan niacin atau tryptophan, dan kemungkinan karena asupan leucine yang berlebihan. Penyakit Pellagra juga bisa disebabkan oleh kelainan metabolisme protein, seperti pada karsinoid sindrom. Kekurangan Asam Amino Lysine dapat juga menyebabkan kekurangan Niacin, hal ini berarti bahwa potensi lain penyebab pellagra adalah kekurangan asam amino lysine

7. Sariawan
    Atau stomatitis aftosa adalah suatu kelainan pada selaput lendir mulut berupa luka pada mulut yang berbentuk bercak berwarna putih kekuningan dengan permukaan agak cekung.
Faktor penyebab munculnya sariawan, antara lain: luka tergigit, mengonsumsi makanan atau minuman panas, alergi, kekurangan vitamin C dan zat besi, kelainan pencernaan, kebersihan mulut tidak terjaga, faktor psikologi, dan kondisi tubuh yang tidak fit. Sariawan di tempat yang sama selama dua minggu hingga satu bulan dapat dijadikan indikasi adanya kanker rongga mulut.

Gizi buruk pada anak
   Adanya perbedaan antara gizi buruk dengan kelaparan walaupun keduanya memiliki kaitan yang erat. Kelaparan yang lama juga bisa berujung kepada status gizi buruk. Di indonesia sendiri kasus malnutrisi masih tinggi.
 
    Ini disebabkan karena faktor ekonomi keluarga tetapi sering juga didapatkan kasus gizi buruk pada anak-anak yang berasal dari keluarga menengah keatas akibat kurangnya pemahaman keluarga terhadap jenis-jenis nakanan yang baik dan mengandung gizi seimbang yang harus dikonsumsi oleh anak.
     Status gizi anak sangat berpengaruh terhadap proses tumbuh kembang nya. Pada anak yang memiliki status gizi buruk biasanya akan terganggu nya pertumbuhan tubuh secara fisik contohnya anak akan beresiko tumbuh kecil (kerdil). Kemudian dalam perkembangan mental anak beresiko mengalami gangguan kontrol emosi dan perasaan. Disekolah anak tersebut akan sulit mengikuti pelajaran dan sulit untuk berkonsentrasi.

Penyebab gizi buruk
    Banyak faktor yang bisa mengakibatkan gangguan nitrisi pada anak seperti pola makan anak dan kurangnya pengetahuan ibu tentang pemberian jenis makanan yang seimbang, bisa juga karena adanya penyakit atau kondisi tertentu yang menyebabkan tubuh tidak mampu mencerna dan menyerap makanan secara sempurna. 
    Contohnya pada penderita penyakit cystic fibrosis yang mempengaruhi pankreas dalam memproduksi enzim yang dibutuhkan untuk pencernaan dan penyerapan makanan. Dan pada penderita intoleransi laktosa
Selain itu faktor-faktor yang berhubungan dengan malnutrisi yaitu Kemiskinan, bencana alam, dan politik dan peperangan sehingga mencetus kelaparan seperti yang terjadi di negara-negara afrika beberapa tahun terakhir.

Tanda-tanda dan Gejala Gizi buruk pada anak.
    Gejala yang ditimbulkan pada penderita malnutrisi tergantung pada berat dan ringan nya status gizi buruk yang dialami anak tersebut. dan juga tergantung pada jenis nutrisi yang mengalami defisiensi. Walaupun demikian gejala umum dari gizi buruk yaitu :

1.    Kulit yang kering dan bersisik
2.    Gusi bengkak dan berdarah
3.    Berat badan anak kurang.
4.    Mudah lelah karena kurang kalori
5.    Anak jadi sulit berkonsentrasi
6.    Anak kurang aktif.
7.    kekebalan tubuh rendah dan sering sakit.
8.    Pertumbuhan fisik anak lambat.
9.    Kekuatan otot melemah. Tulang mudah patah
10. Terdapat masalah masalah lain pada fungsi organ tubuh anak.

          
Penanganan Gizi Buruk pada anak

   Untuk menangani kasus malnutrisi yang terjadi pada anak dibutuhkan perhatian khusus dari keluarga dan harus adanya kerjasama yang terpadu dan konfrehensif antara orang tua dan petugas kesehatan. Pemeriksaan kesehatan yang harus dilakukan dokter dalam mendiagnosa Gizi buruk pada anak mencakup:
    Pemeriksaan berat badan dan tinggi badan anak untuk menentukan Body Massa Index, pemeriksaan darah dan pemiriksaan X-ray untuk mengetahui ada atau tidak nya kelainan-kelainan pada organ tubuh dan kondisi penyakit tertentu yang mungkin berpengaruh terhadap asupan nutrisi pada anak.
   Kemudian setelah itu dianjurkan untuk konsultasi pada ahli gizi tentang pengaturan pada pola makan, termasuk pada jenis serta jumlah makanan tertentu untuk mencukupi kebutuhan gizi anak. Kemungkinan juga akan diberikan vitamin dan berbagai suplemen tertentu.
   Namun Apabila dari pemeriksaan dokter diketahui penyebab gizi buruk pada anak karena penyakit dan kondisi medis tertentu maka dibutuhkan terapi lanjutan lainnya.


1 komentar:

  1. Casino Archives - DrMCD
    Get 속초 출장샵 all of the information you need about all the games, including poker, slots, 논산 출장샵 table games and 김해 출장마사지 much 경주 출장마사지 more. Dr.MD has you 성남 출장안마 covered for your NJ casino

    BalasHapus